Search by Price
Cek Ongkos Kirim
jne
Jam Operasional
Senin - Jumat:
09.00 WIB - 17.00 WIB

  Sabtu, Minggu dan Hari Besar Libur
ShoutBox
loading...
My Shopping Cart
0 Items
- Rp. 0

Kalimat yang Tidak Boleh Diucapkan pada Anak

Sebagai seorang ibu banyak yang harus Geligis perhatikan, jika sedang berada bersama si kecil. Pada usia balita si kecil masih belum bisa menyerap semua informasi dengan baik seperti layaknya orang dewasa. Cara berpikir anak-anak pun cenderung polos dan sangat berbeda dengan cara berpikir orang dewasa. Geligis perlu tahu ada beberapa kalimat yang tidak boleh diucapkan pada anak, karena dapat membawa dampak buruk di kemudian hari. Apa saja kalimat-kalimat tersebut?

 

"Kenapa kamu tidak seperti saudaramu yang lain?"

Tidak ada satu anak pun yang suka dibandingakan dengan orang lain, apa lagi saudaranya sendiri. Dianggap lebih buruk dari saudaranya bisa membuat anak-anak memaksakan melakukan hal-hal yang mungkin belum siap dia lakukan atau tidak dia sukai. Ingatlah Geligis, setiap anak lahir dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

 

"Jangan ganggu, ibu sedang sibuk!"

Sesibuk apa pun Geligis, pastikan kalimat ini tak pernah terucap. Jika anak merasa telah menjadi pengganggu itu dapat berdampak pada mentalnya. Cara berpikir anak masih sangat polos, dia bisa saja menafsirkan ucapan Geligis sebagai ungkapan rasa benci Geligis dengan kehadirannya. Jika pun Geligis sedang sangat sibuk dan tidak bisa menemaninya jangan pernah buat si kecil merasa menjadi pengganggu.

 

"Kalau begitu, ibu akan meninggalkanmu!"

Biasanya jika si kecil nakal di tempat-tempat umum, kalimat ini bisa terucap. Alih-alih ingin membuat si kecil tidak nakal atau berhenti menangis, kalimat ini malah bisa melukai perasaannya. Hindari kalimat-kalimat yang berbau ancaman. Kalimat berupa ancaman untuk menakuti si kecil agar ia patuh justru menimbulkan ketakutan terbesar hingga bisa menyebabkan trauma pada anak.

 

"Contohlah anak itu!"

Ketika teman sekolahnya mendapat nilai bagus di sekolah dan anak Geligis mendapat nilai lebih kecil, biasanya Geligis akan menggunakan kalimat yang sedikit menyindir. Meski bagi Geligis itu terlihat wajar, belum tentu bagi anak. Anak bisa mencoba mengubah jati dirinya agar mirip orang lain. Karena dalam pikirannya, temannya lebih disukai ibunya daripada dirinya. Rasa cemburu dan iri bisa saja muncul dan membuat anak merasa tidak nyaman hingga mengganggu tumbuh kembangnya.

 

"Siapa yang membuatmu menangis? Biar ibu pukul!"

Pernahkah Geligis mengucapkan ini? Ya, biasanya jika si kecil dibuat nangis oleh teman sebayanya atau misalnya si kecil terjatuh. Alih-alih ingin membuat si kecil berhenti menangis, ternyata Geligis hanya sedang membentuk sosok pengecut dalam diri anak. Melindungi memang boleh, namun jangan sampai si kecil menjadi "raja yang tidak pernah salah". Jika memang si kecil terjatuh, jangan pura-pura memarahi batu atau semisalnya. Katakanlah dengan lembut, bahwa si kecil adalah anak yang kuat, dan supaya ia lebih hati-hati nanti agar tidak jatuh lagi.

 

Sadar tidak sadar, salah satu faktor yang membentuk prilaku anak-anak adalah lingkungan. Orang tua adalah lingkungan yang paling dekat dengan anak. Jadi sebisa mungkin jadilah orang tua yang bijaksana, agar si kecil tumbuh jadi sosok yang hebat.

 

Happy Parenting smiley

Peri Gigi

Tradisi Kelahiran Bayi di Berbagai Negara
Tradisi Kelahiran Bayi di Berbagai Negara
Kelahiran bayi tentu menjadi hal yang sangat spesial bagi para orang tua dan kerabatnya. Di beberapa negara di dunia termasuk Indonesia mempunyai tradisi perayaan khusus untuk bayi. ... read more
Tips Memilih Kado Kelahiran
Tips Memilih Kado Kelahiran
Memilih kado kelahiran seringkali tidak semudah memilih kado ulang tahun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya kado tersebut menjadi hadiah yang berkesan dan bermanfaat. Yuk, simak dulu tips memilih kado kelahiran ala Peri Gigi! ... read more
Tips Selalu Happy di Tempat Kerja
Tips Selalu Happy di Tempat Kerja
Wajar sih, setiap orang pasti pernah merasakan kejenuhan di kantor. Eit, tapi jangan buru-buru frustasi apalagi depresi! Pindah-pindah tempat kerja nggak selamanya jadi pilihan yang benar lho. Lalu bagaimana cara mengatasinya? ... read more